SKMM-06/01/2013

Ini Update pertama dari Silsilah Keluarga Mbah Munihar. Semoga dengan adanya Update ini, saudara-saudara yang lain dapat segera menyusul mengumpulkan data diri karena sebagian besar data yang saya terima hanya sekedar nama saja.

Klik disini untuk download file silsilah keluarga.
Klik disini untuk download aplikasi genopro.

Cara Menggunakan Aplikasi Genopro

Silsilah keluarga ini saya buat dengan bantuan aplikasi bernama Genopro. Sehingga untuk melihatnya juga perlu menginstal aplikasi ini di laptop/komputer. Untuk mendownload aplikasi ini, silahkan klik disini.
Untuk menginstal aplikasi ini sangat mudah, tinggal mengikuti arahan yang diberikan selama instalasi berjalan. Setelah instalasi selesai, masukkan key aktifasi yang saya sertakan.
Update silsilah keluarga mbah munihar nantinya akan berupa file *.gno dengan nama file SKMM-(tanggal update) yang akan diluncurkan Insyaallah setiap hari minggu sebelum jam 6 sore.
Bagi saudara-saudara yang ingin membantu menambahkan data langsung dari file update yang saya berikan, saya persilahkan. Namun saya sangat berharap file hasil penambahan tersebut segera dikirim kesaya, lengkap dengan list/daftar apa saja yang dirubah/ditambahkan, sehingga nantinya bisa saya sebarkan juga kepada saudara-saudara yang lain.

Langkah menggunakan aplikasi genopro.
1. Instal aplikasi genopro (bila perlu bantuan, dapat menghubungi saya di nomer 085258808275 diluar jam kerja)
2. Download update terbaru Silsilah Kelurga Mbah Munihar.
3. Buka file hasil download (doble klik/enter).
4. Aplikasi genopro akan segera terbuka.
5. Pada silsilah tersebut, Simbol Kotak = laki-laki, Lingkaran = Perempuan, dan ? = Tidak diketahui jenis kelaminnya.
6. Untuk mengetahui detail informasi dari seseorang, klik 2 kali nama/simbol orang yang bersangkutan.
7. Perubahan/Penambahan data bisa dilakukan ketika detail informasi yang bersangkutan sudah terbuka.
8. Aplikasi ini suport bahasa Indonesia, bila setelah saudara instal ternyata bukan bahasa Indonesia, saudara dapat merubahnya dengan mengklik "Language" (tab nomor 3 dari kanan) pada toolbar kemudian pilih "Indonesian/Bahasa Indonesia {ID}"
9. Silsilah ini juga dapat di print dengan menekan "Ctrl+P" kemudian pilih printer yang akan digunakan. Hasil print akan berupa bagan yang terpotong-potong dalam beberapa halaman, bukan menjadi 1 halama kertas.
10. Untuk fasilitas yang lain, dapat saudara pelajari sendiri, agar lebih aman, buat backup file Silsilah Keluarga Mbah Munihar, sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, file asli tidak hilang.

Saya tunggu partisipasi dari saudara-saudara sekalian.


Klik disini untuk mengunduh aplikasi genopro
Klik disini untuk mendapatkan update terbaru

Pengumpul Biodata

Semoga niatan untuk menjaga tali silaturahmi diberi kemudahan.
Saya dan beberapa saudara yang lain berusaha untuk membuat "Pohon Keluarga Mbah Munihar" dengan harapan tali keluarga tidak putus meski sampai beberapa generasi. Sampai sekarang, saya pribadi hanya memiliki data sampai generasi ketiga (itu pun hanya nama, tidak ada keterangan yang lain). yang ingin melihat silsilah tersebut bisa klik disini.
dalam pembuatan silsilah kelurga ini, saya menggunakan aplikasi genopro (bisa di download disini). sehingga saya harapkan saudara-saudara yang lain juga memiliki aplikasi ini sebagai media untuk membuka dan menambahkan data.
Dibawah ini ada sebuah Form yang saya harapkan bisa Saudara-saudara isi yang nantinya akan saya masukkan ke dalam "Pohon Keluarga Mbah Munihar". Mas, Mbak, Om, Tante, Adek dll bisa mengisi dan mengisikan data saudara yang lain selama itu dapat dijamin kebenarannya. Semoga apa yang saya usahakan ini mendapatkan respon positif dari Saudara-saudara saya yang lainnya.



Klik disini untuk melihat pohon keluarga 3 generasi pertama
Klik disini untuk download aplikasi genopro
Klik disini untuk mendapatkan update terbaru database Pohon Keluarga Mbah Munihar
Klik disini untuk gabung grup Mbah Munihar di facebook

Tanaman transgenik mulai dikenal di Indonesia sejak Kapas Bollgard ditanam di Sulawesi Selatan. Kapas ini direkomendasikan mampu berproduksi lebih 3 ton per ha dan dapat meningkatkan pendapatan petani hingga lima kali lipat. Mungkin dengan alasan ini sehingga Mentan mengeluarkan SK no. 03/Kpts/KB/ 430/1/2002 untuk lanjutkan penanaman Bollgard tahun 2002, yang diikuti oleh optimisme pemerintah melalui Direktorat Tanaman Semusim Ditjen Bina Perkebunan Deptan bahwa tahun 2007 dengan produksi 4 ton per ha pada lahan 500.000 ha di Sulawesi Selatan saja, Indonesia mampu untuk tidak mengimpor kapas lagi. Namun betapapun hebat iklan yang dilakukan oleh Perusahaan pemilik Bollgard, para Birokrat dan para pakar, kenyataan di lapangan membuktikan lain.

Klaim tentang kualitas dan kuantitas produksi rata-rata kapas Bollgard jauh di atas kapas jenis Kanesia, hingga 2 tahun pengembangannya di daerah Sul-Sel belum mencapai hasil optimal sebagaimana digembar-gemborkan selama ini. Dari 4364,2 ha lahan kapas yang ditanam, ternyata total produksi yang dicapai 4.312,131 kg saja, ini artinya hanya 0,989 ton per ha padahal seharusnya 17,456,8 sebagaimana sebelumnya diklaim untuk kapas transgenik bisa menghasilkan kapas serat sebesar 4 ton per ha. Pada aspek sosial; dari 4438 petani penanam Bollgard, ada 76 % petani tidak mampu mengembalikan kredit (satu tahun tanaman transgenik, siapa yang untung.

Madhya Pradesh merupakan salah satu negara bagian dan dikenal sebagai “the cotton-growing belt” di India adalah saksi mata dari kegagalan kapas transgenik Bt-cotton karena sangat bermasalah terhadap hama dan penyakit termasuk Helicoverpa armigera . Di distrik Maharashtra saja sekitar 30.000 ha dengan sempurna tidak bisa panen, dan pemerintah setempat menuntut kompensasi sebesar 5 milyar rupee. Keberatan petani penanam jagung RR (round-up ready) di distrik Udaipur, India yang hanya mendapatkan rata-rata hasil 17,5 kwintal per ha dari yang dijanjikan bisa mencapai 125-225 kwintal per ha (harga benih lokal Desi 5 rupee / kg ; jagung RR 55 rupee / kg), sedangkan produksi jagung lokal 15 kwintal/ha, hanya 250 kg lebih rendah dari jagung RR.

Pada gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa Bollgard di Sul-sel tidak sukses setelah 2 tahun penanamannya, sama yang terjadi di India. Adakah yang salah ? dan ada apa dengan tanaman transgenik ?.


CONVENTIONAL versus GENETIC ENGINEERING BREEDING

Pemuliaan tanaman secara konvensional merupakan persilangan allel dari gene yang sama dipadukan dalam khromosomal sebagai hasil dari evolusi. Teknik konvensional merupakan teknologi murah-meriah dan di lapangan kehadirannya relatif stabil dibanding dengan teknik rekayasa genetik (GE). Kultivar tanaman hasil GE relatif tidak stabil dibanding dengan kultivar tanaman non transgenik (van der Krol et al., 1998; Doerfler, 1997; Traavik, 1998 dan Bergelson et al., 1999). Ketidakstabilan tanaman transgenik di lapangan karena beberapa kenyataan :

1. Teknik recombinant DNA (rDNA), menyisipkan satu gene yang diinginkan dengan menggunakan gen gun atau teknik lainnya seperti menggunakan Ti-plasmid, chemopora-tion, electroporation dll, ke dalam khromosom tanaman yang telah ada. Umumnya material genetik berasal dari organisme dimana organisme ini tidak pernah bersilangan di alam.

2. Penyisipan material genetik tidak dapat diprediksi dalam banyak parameter; jumlah DNA yang di “transgene” kan, lokasi mereka (dalam khromosom, khloroplast dan mitokhondria), ketepatan posisi (dimana dankhromosom yang mana), struktur dan stabilitas fungsional mereka di alam.

3. Tempat penyisipan gen bervariasi dan konsekuensinya adalah berpotensi negatif dan sulit diprediksi (dikenal sebagai insertional mutagenesis). Tempat penyisipan gen dapat mempengaruhi ekspresi dari transgene yang disisipkan termasuk ekspresi gen-gen inang yakni gen-gen di dalam organisme resipien) dan dikenal sebagai position effect.











 
Copyright © 2011. My World Is Yours - All Rights Reserved
Template Modify by My World Is Yours
Proudly powered by Blogger